Orang Kaya, Menengah dan Miskin

Jika secara gampang2an, penduduk Indonesia ini dibagi menjadi 3 kelompok, orang2 kaya, kelompok menengah dan orang miskin, berikut data2 mengenai ketiga kelompok tersebut (yang dikutip dari beragai sumber) :

Orang Kaya :

Orang kaya di Indonesia diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2016. Jika tahun ini jumlah orang kaya mencapai 112 ribu orang, lima tahun mendatang ditaksir meningkat 116 persen menjadi 242 ribu orang (Laporan Kekayaan Global yang dikeluarkan Credit Suisse Research Institute, Oktober 2011).  Dalam laporannya, peringkat jumlah orang kaya Indonesia di antara negara berkembang berada di posisi kedelapan. Posisi teratas ditempat China yang memiliki jumlah orang kaya sebanyak 1.017.000 orang pada 2011 dan bakal naik menjadi 2.381.000 pada 2016.  Populasi orang kaya Indonesia masih di atas negara-negara seperti Rusia (95 ribu orang), Hong Kong (89 ribu orang), bahkan Arab Saudi (44 ribu orang).

Hal ini juga dapat dibuktikan salah satunya dari indikator penjualan mobil mewah.  Penjualan mobil kelas premium tersebut bisa tumbuh hingga 20% tahun ini, dengan angka penjualan sekitar Rp 10 triliun.

Para agen pemegang merek mobil mewah meyakini bahwa penjualan akan semakin melonjak, karena hadirnya model-model terbaru. Mobil mewah akan menguasai 1% pangsa mobil nasional. Tahun ini, penjualan mobil mewah bisa menembus 7.500 unit.   Dengan asumsi harga mobil mewah rata-rata Rp 1,5 miliar, omzet mobil mewah bisa mencapai Rp 10 triliun per tahun.

Kelas Menengah :

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat menyebabkan kelas menengah Indonesia tumbuh pesat selama tujuh tahun terakhir. Berdasarkan data Bank Dunia, pada 2003 jumlah kelas menengah hanya 37,7 persen populasi, namun pada 2010 kelas menengah Indonesia mencapai 134 juta jiwa atau 56,5 persen.  Kelas menengah menurut pengelompokan Bank Dunia, kalangan ini adalah orang2 yang berpendapatan antara 1 juta per bulan sampai 6 juta perbulan.

Sebaran kelas menengah di Indonesia cukup merata di perkotaan dan pedesaan, yaitu hampir dua pertiga penduduk perkotaan, sementara di pedesaan kalangan menengah hampir separuh dari penduduk.  Dari sisi profesinya sebagian besar terdiri dari profesional di sektor jasa dan industri. Pengamat Ekonomi Mohammad Ikhsan mengungkapkan bahwa sebagian besar wirausaha kelas menengah Indonesia lebih banyak merupakan masa transisi dari golongan miskin. Berbeda dengan Cina dan India yang ukuran wirausaha secara relatif kecil namun absolut tergolong besar.

Orang Miskin :

Pemerintah Indonesia telah mengklaim angka kemiskinan turun dari 14,2 persen pada 2009 menjadi 13,3 persen pada 2010. Atau penduduk miskin Indonesia turun dari 32 juta jiwa menjadi 31,02 juta pada 2010.  Artinya pemerintah telah berhasil mengentaskan 1,5 juta penduduk miskin sepanjang 2010, sejalan dengan itu pemerintah juga mengaku telah membuka 3,4 juta lapangan kerja baru pada 2010.

Dari sebarannya, Bappenas mencatat data kemiskinan di Indonesia masih cukup besar dan tidak merata. Dari 31,02 juta penduduk yang hidup miskin, sebagian besarnya (55,83 persen) menetap di Pulau Jawa.  Pulau Sumatra yang ada di peringkat kedua dengan prosentase 21,44 persen dari total 31 juta penduduk miskin.

Sebenarnya masih ada kelompok di atas kelas menengah (berpenghasilan di atas 6 juta/bulan) yang belum terdata di sini, tetapi kalau berdasarkan data2 tersebut, jumlahnya sekitar 30% dari seluruh penduduk Indonesia.  Dan sebenarnya golongan inilah yang paling berperan untuk memakmurkan negeri ini atau bisa mengurangi prosentase orang miskin di negeri kita.  Kenapa?

Kelompok ini didominasi oleh para profesional di perusahaan2 multinasional serta wirausaha yang sudah mapan.  Sehingga mereka punya peran penting dalam membuka lapangan kerja untuk orang miskin baik melalui perusahaan tempat mereka bekerja atau melalui pengembangan usaha yang mereka jalankan.  Dan jangan2 selama ini merekalah yang sebenarnya yang punya kontribusi mengentaskan kemiskinan sebanyak 1,5 juta penduduk selama tahun 2010, seperti yang diklaim pemerintah?

Pesan yang lain, sudah saatnya memang kita merubah orientasi pekerjaan yang selama ini sudah menjadi image baik di keluarga dan masyarakat Indonesia pada umumnya.  Jangan bercita2 menjadi pegawai apalagi pegawai negeri yang sudah banyak membebani anggaran negara kita, tetapi jadilah pengusaha dengan target penghasilan di atas 6 juta/bulan.  Karena jika sudah bisa mencapai hal itu, berarti sudah bisa memberi penghasilan 1 orang karyawan dengan penghasilan 1 juta/bulan.  Atau artinya anda sudah bisa mengentaskan 1 orang miskin menjadi kelompok menengah.

Banyak hal yang bisa ditafsirkan dari data-data tersebut…..

Sumber : Vivanews dan sumber2 lain

@moechfahada

Leave a Comment

Filed under Obrolan Warung Kopi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s